Yayasan Tifa adalah organisasi pemberi hibah yang berdiri pada 8 Desember 2000. Sejak pendiriannya, Yayasan Tifa memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat yang terbuka di Indonesia dengan berperan aktif menguatkan posisi dan kapasitas masyarakat sipil di Indonesia. Namun pada tahun 2015 lalu, visi Yayasan Tifa telah direformulasi dalam kalimat yang lebih jelas dan sederhana, menjadi:

Mewujudkan masyarakat terbuka yang berkhidmat kepada kebinekaan, kesetaraan, dan keadilan.

Visi tersebut mengandung empat nilai utama yang menjadi pegangan Yayasan Tifa dalam menjalankan program dan kegiatannya yaitu:

  1. Keterbukaan diartikan sebagai sifat atau kondisi tidak adanya rahasia, apa adanya, bersedia menerima masukan, toleran, dan sejenisnya. Dalam ketatanegaraan, negara terbuka adalah pemerintahan yang tidak menutup diri, transparan, serta menerima kritik dan saran pembaruan. Dalam masyarakat terbuka warga bebas mengemukakan pendapat, ide, kritik, dan pada saat yang sama juga siap menerima masukan untuk perbaikan.
  2. Kebinekaan diartikan sebagai sebuah tatanan yang tidak didominasi oleh tata nilai, titik pandang, maupun pola pikir, dan sikap suatu kelompok tertentu dimana keberagaman diakui dan dihargai. Masyarakat yang berkhidmat kepada kebhinekaan adalah masyarakat yang bukan hanya mengakui perbedaan melainkan juga melihat keberagaman termasuk keberagaman sosial-budaya, agama, ras, pandangan politik, dan lain-lain sebagai suatu aset atau nilai tambah.
  3. Kesetaraan diartikan sebagai situasi di mana setiap warga memiliki status dan hak yang sama di mata hukum. Masyarakat yang setara berupaya menghapuskan diskriminasi (berbasis gender, agama, sosial-ekonomi, mayoritas-minoritas, elit-non elit, kaya-miskin, dan lainnya) sehingga setiap dari mereka mendapat perlakuan yang sama dari Negara, termasuk dalam hal ini adalah layanan pendidikan, kesehatan, mendapatkan pekerjaan, tempat tinggal yang layak, dan lain-lain.
  4. Keadilan diartikan sebagai sifat ketidakberpihakan dan kondisi yang memberikan atau melindungi apa yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga; atau tidak adanya kesewenang-wenangan.

Sumber: Dokumen Rencana Strategis Yayasan Tifa Periode 2016-2020