ELSAKA Nilai Program Pelayanan Medan Sehat Belum Maksimal

Harian Andalas, Senin, 27 Mei 2013

Medan – Andalas. Lembaga Studi dan Advokasi Kebijakan (ELSAKA) menilai Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat (JPKMS) atau  Medan Sehat saat ini dapat menjadi solusi bagi kesehatan di Medan. Tetapi  realitas penyelenggaraan JPKMS  belum maksimal dan dikeluhkan masyarakat. “Banyak pemegang kartu Medan Sehat ini tidak mendapatkan pelayanan prima dari rumah sakit, karena pihak rumah sakit sering mengabaikan masyarakat yang sakit dengan menggunakan kartu itu” ujar Direktur Elsaka, Bekmi Darsuman dalam acara training public service monitoring for Media Mainstream Journalist, di Hotel Grand Antares Medan, Senin (27/5).

Bekmi mengatakan masyarakat tidak pernah mendapatkan informasi terkait JPKMS karena tertutup, sehingga banyak orang yang tidak berhak mendapatkan kartu tersebut diberikan lurah atau kepala lingkungan karena ada hubungan kekerabatan.  “Jadi inilah yang menjadi polemik karena masyarakat tidak tahu ada program JPKMS dan tidak tahu cara menggunakannya.  Survei yang dilakukan dengan 1.500 warga sebagai responden audit sosial JPKMS, sebanyak 44 persen mengatakan tidak mengetahui apa saja jenis layanan publik yang ada di Kota Medan dan 52 persen mengakui mengetahui pelayanan publik tapi tidak bisa menyebutkan apa jenisnya.  Dan sebanyak 4 persen tidak menjawab,” jelasnya.

Dia juga mengatakan ada  terdapat penyimpangan dalam peluncuran Medan Sehat ini.  “Kita lihat masih ada rumah sakit yang meminta biaya dengan alasan membeli darah atau obat seharusnya ini kan menjadi tanggungan kartu Medan Sehat,” terangnya.  Melihat fakta-fakta seperti itu, lanjut Bekmi pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan pelayanan yang menyeluruh.  “Mungkin kita melihat ide dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS)  yang rencananya Januari 2014 bahwa tidak ada lagi perbedaan, semuanya ditanggung oleh pemerintah untuk melayani masyarakat,” jelasnya.  Dijelaskan Bekmi walaupun tidak terlalu optimis akan berjalannya BPJS ini karena belum ada persiapan sosialisasi.  Ia juga berharap ke depannya BPJS dapat berjalan semana mestinya. (starberita)

Sumber: Harian Andalas