Semenjak transisi demokrasi di tahun 1998, perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang relatif stabil. Namun, ajegnya pertumbuhan tersebut ternyata dibarengi oleh melebarnya ketimpangan yang cukup signifikan. Selain dari meningkatnya Koefisien Gini, ketimpangan juga dapat dilihat dari kesenjangan laju pertumbuhan upah di pasar tenaga kerja antara tenaga kerja berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah. Kesenjangan antar wilayah di Indonesia khususnya antara wilayah perdesaan dan perkotaan serta antara kawasan Indonesia bagian barat dan bagian timur dapat dilihat dari tidak meratanya kemampuan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta air bersih dan sanitasi. Jika tak segera ditangani, ketimpangan ekonomi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, memperlambat laju pengurangan kemiskinan, memicu konflik sosial di masyarakat, serta memperluas praktik korupsi dan pengalokasian sumber daya yang tidak efisien.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan mempersempit ketimpangan di Tanah Air, Yayasan Tifa akan memfokuskan kerja-kerjanya pada penguatan tata kelola ekonomi di tingkat lokal dan perbaikan kualitas pelayanan publik yang inklusif melalui:

  1. perbaikan kesetaraan ekonomi dengan melakukan revitalisasi tata kelola ekonomi di tingkat lokal, khususnya perdesaan, dan peningkatan pelayanan kebutuhan dasar bagi semua warga,
  2. penguatan masyarakat sipil agar dapat bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah dalam mendorong revitalisasi ekonomi perdesaan melalui pengembangan BUM Desa,
  3. pengembangan sistem pelayanan publik dan penyediaan dasar yang transparan dan akuntabel, bersih dari korupsi, dan bebas diskriminasi di tingkat kabupaten dan kota, dan
  4. perbaikan proses perencanaan anggaran dan kebijakan yang tanggap serta pengadaan barang dan jasa yang terbuka, khususnya di lembaga-lembaga publik.

MITRA KERJA

Mendorong Kebijakan Kerja Layak untuk Anak Muda dan Perempuan dalam Rangka Penurunan Ketimpangan dan Pencapaian SDGs

Periode Program: 2017-2018

Pengembangan Sekolah Desa Sejahtera sebagai model demokratisasi desa menuju kesejahteraan bersama di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak.

Periode Program: 2017-2018

Studi Dinamika Ketimpangan di Perdesaan Indonesia

Periode Program: 2017 – 2018

KABAR TERBARU