Proses Penerapan Data Terbuka Keuangan Desa di Kabupaten Wosobo

Proses Penerapan Data Terbuka Keuangan Desa di Kabupaten Wosobo

Negara, melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, memberi wewenang kepada desa untuk mengelola wilayahnya secara mandiri, termasuk dalam urusan keuangan. Untuk mendukung terciptanya akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, diperlukan partisipasi aktif masyarakat desa.

INFEST Yogyakarta berpendapat, untuk menumbuhkan keterlibatan warga tersebut, informasi mengenai keuangan desa haruslah terbuka dan mudah diakses, mulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan, hingga pelaporan. Oleh karena itu, atas dukungan Yayasan Tifa, INFEST Yogyakarta pun mengembangkan aplikasi Mitra Desa di salah satu wilayah dampingannya yaitu Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Setelah pemerintah desa di Kabupaten Wonosobo menerapkan inisiatif data terbuka keuangan dan menggunakan aplikasi Mitra Desa, proses evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini terihat salah satunya dari proses pencairan dana transfer dari pemerintah kabupaten ke pemerintah desa yang menjadi lebih cepat. Kesalahan perhitungan anggaran pun tidak terjadi, pemerintah desa dan kabupaten menjadi lebih hemat kertas, dan masyarakat luas pun dapat menganalisis dan mengakses dokumen keuangan desa.

Bagaimana proses penerapan inisiatif data terbuka yang dilakukan INFEST Yogyakarta dan seperti apa aplikasi Mitra Desa? Simak selengkapnya di video singkat mengenai Penerapan Data Terbuka Keuangan Desa produksi INFEST Yogyakarta di bawah ini.

 

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(http://www.tifafoundation.org/wp-content/uploads/2015/03/Mitra-Desa-Biru.png);background-size: cover;background-position: center center;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 650px;}