Desa: Situs Baru Demokrasi Lokal

Laporan Jogja Darurat Air
Jogja Darurat Air: Laporan Amrta Institute untuk Hari Air Sedunia Tahun 2017
Maret 22, 2017

Desa: Situs Baru Demokrasi Lokal

Cover Desa Situs Baru Demokrasi Lokal SIAP CETAK 22032017

Sejak Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Desa diberlakukan, pemerintah dan masyarakat desa memiliki hak dan kewenangan untuk mengatur serta mengelola wilayahnya secara mandiri. Namun, di sisi lain, pemberian kewenangan yang berbasis asas rekognisi dan subsidiaritas memberikan tantangan kepada desa dalam menggali ulang dan mengolah potensi-potensi yang ada di dalam komunitas serta wilayahnya.

Buku “Desa: Situs Baru Demokrasi lokal” yang disusun oleh Institute for Research and Empowerment (IRE) atas dukungan Yayasan Tifa ini menyajikan petikan-petikan ringkas atas skala tantangan yang dihadapi desa tersebut. Kasus-kasus yang dipaparkan dalam buku ini menunjukkan bahwa upaya untuk membangkitkan ulang tata nilai pemandu kehidupan sosial kemasyarakatan desa yang selama ini disubtitusi oleh program teknokratis dan rekayasa penyeragaman kelembagaan oleh negara bukanlah perihal yang sederhana. Orientasi belanja fiskal yang mendominasi rancang bangun proses desentralisasi (Lewis 2015), dan masih terbawa dalam skema otonomi desa, kerap lebih mendominasi dan memperumit upaya untuk memperkuat kepemimpinan, partisipasi warga dan representasi yang lebih bermakna di tingkat desa.

Yayasan Tifa percaya, pendalaman dan pembelajaran yang terus menerus tarhadap tantangan-tantangan tersebut akan mampu mendorong perbaikan praktik otonomi desa dan mewujudkan peran desa sebagai arena demokrasi dan wahana repolitisasi warga di Indonesia. Buku ini, dengan demikian, adalah langkah awal untuk mendorong pendalaman demokrasi melalui praktik politik keseharian di tingkat desa yang akan dilakukan Yayasan Tifa bersama mitra-mitra strategisnya dalam empat tahun ke depan.

Baca dan unduh Buku “Desa: Situs Baru Demokrasi Lokal” dengan mengunjungi tautan berikut ini.