Evaluasi Rekomendasi AFML untuk Perlindungan Buruh Migran di ASEAN

Yang Kelewat di Buku Sejarah
Yang Kelewat di Buku Sejarah
Mei 17, 2017
Cover Desa Situs Baru Demokrasi Lokal SIAP CETAK 22032017
Desa: Situs Baru Demokrasi Lokal
April 3, 2017

Evaluasi Rekomendasi AFML untuk Perlindungan Buruh Migran di ASEAN

AFML

Buruh migran Indonesia (BMI), terutama perempuan, masih sering menjadi korban eksploitasi dan diksriminasi. Ini disebabkan salah satunya oleh lemahnya upaya pemerintah dalam melindungi buruh migran. Sampai saat ini, pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak kunjung mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI) padahal peraturan itu telah dibahas sejak masa jabatan DPR periode 2009 hingga 2014. Selain itu pengaturan buruh migran masih dilakukan oleh korporasi (perusahaan penyalur) yang sayangnya tidak mendapat pengawasan serius dari pemerintah.

Selain negara asal, negara yang menjadi tujuan para buruh migran Indonesia juga perlu didorong untuk memberikan perlindungan. Lebih dari itu, setiap negara juga harus bekerjasama menghilangkan ego masing-masing agar upaya perlindungan dan pemenuhan hak buruh migran dapat terlaksana.

Upaya itu mulai dilakukan oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) melalui penyelenggaraan ASEAN Forum on Migrant Labour (AFML). AFML adalah forum di tingkat ASEAN yang setiap tahunnya dilaksanakan untuk mempertemukan aktor dari elemen negara, swasta atau asosiasi pengusah, dan masyarakat sipil, termasuk di dalamnya serikat buruh untuk membahas berbagai isu mengenai buruh migran.

AFML setiap tahunnya mengangkat satu tema tertentu membahas isu-isu buruh migran dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang tidak saja menarik untuk disimak, tetapi lebih dari itu, jika rekomendasi-rekomendasi ini serius diimplementasikan, maka pengaturan, pelayanan dan perlindungan pekerja migran akan jauh lebih baik, tidak saja di Indonesia tetapi juga di ASEAN. Namun sayangnya, rekomendasi ini masih bersifat tidak mengikat sehingga setiap negara bebas untuk menindaklanjutinya ataupun tidak.

Human Rights Working Group (HRWG) atas dukungan Yayasan Tifa mendokumentasikan hasil evaluasi dari tiap-tiap rekomendasi yang dihasilkan AFML ke dalam Buku Evaluasi Rekomendasi AFML untuk Perlindungan Buruh Migran di ASEAN. Baca dan unduh bukunya di sini untuk mengetahui secara lengkap hasil evaluasi HRWG tersebut.