Paralegal: Titik Balik Kesadaran

Buku Sumber KBB
Buku Sumber: Hak Atas Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan di Indonesia
Februari 21, 2017
cipg-1
Factsheet | Telaah Persoalan Penyiaran Indonesia
Desember 13, 2016

Paralegal: Titik Balik Kesadaran

Paralegal

Perebutan sumber daya alam merupakan konflik klasik di Indonesia. Konflik ini biasanya muncul akibat pertentangan antara kepentingan warga dan kepentingan pihak penguasa, baik pemerintah maupun pemilik modal. Sayangnya, saat konflik tersebut berkembang ke ranah hukum, warga umumnya menjadi pihak yang lemah karena mereka tidak memiliki banyak pengetahuan tentang hukum.

Itulah mengapa bantuan hukum bagi masyarakat akar rumput dan kelompok miskin serta minoritas sangat dibutuhkan. Namun, karena jumlah pengacara yang mampu dan siap memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak sebanding dengan banyaknya kebutuhan, maka, peran paralegal menjadi penting.

Secara umum, paralegal adalah representasi masyarakat yang kemudian menjelma menjadi pembela hak-hak rakyat. Ia secara sukarela mendampingi rakyat dalam menyelesaikan kasusnya, melakukan pengorganisasian dan penguatan terhadap organisasi rakyat, melakukan pendidikan hukum kritis, dan kegiatan-kegiatan lain untuk membangun kesadaran kritis warga. Meski tak selalu bersinggungan dengan pengadilan, paling tidak paralegal mampu menumbuhkan resistensi rakyat terhadap ketidakadilan.

Sebagai pihak yang senantiasa mempromosikan dan memperluas akses keadilan bagi masyarakat dan kelompok rentan, Yayasan Tifa sejak tahun 2012 bersama jaringan Yayasan Lembaga bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyelenggarakan Sekolah paralegal di berbagai wilayah di Indonesia. Di Jawa Barat misalnya, pada tahun 2016, Yayasan Tifa dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mulai membuka Sekolah Paralegal untuk angkatan pertama yang diikuti oleh 19 peserta.

Dari beberapa peserta tersebut, pengurus sekolah paralegal LBH Bandung, memilih beberapa orang untuk diberi kesempatan menuliskan perjalanan hidupnya dan membukukannya ke dalam Buku Paralegal Titik Balik Kesadaran. Kisah-kisah yang dituliskan di dalam buku ini hanya sepenggal dari kisah-kisah perjuangan para paralegal alumni Sekolah Paralegal LBH Bandung.

“Semoga, cerita-cerita di dalam buku ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang sedang berjuang. Pembuatan buku ini juga sebagai apresiasi terhadap peserta Sekolah Paralegal yang telah mengukuhkan dan menetapkan pilihan hidupnya untuk menjadi paralegal,” ungkap Direktur LBH Bandung Arip Yogiawan.

Untuk mengunduh dan membaca kisah perjuangan para alumni Sekolah Paralegal LBH Bandung, klik tautan ini.