Yang Kelewat di Buku Sejarah

Reformasi
Di Bawah Bendera Reformasi 1998
Mei 21, 2017
AFML
Evaluasi Rekomendasi AFML untuk Perlindungan Buruh Migran di ASEAN
Mei 2, 2017

Yang Kelewat di Buku Sejarah

Yang Kelewat di Buku Sejarah

Di Indonesia, pada masa lalu, terjadi banyak peristiwa kekerasan. Perampasan tanah, pemaksaan, penganiayaan, penculikan, bahkan pembunuhan dan pembantaian terjadi berulang-ulang dengan jumlah korban yang tidak sedikit. Meski puluhan tahun telah berlalu, banyak korban dan keluarga dari peristiwa-peristiwa tersebut yang masih hidup dalam ketakutan karena ancaman dan teror. Mereka juga mengalami diskriminasi baik dari lingkungan maupun dari Negara. Hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan hilang atau terampas.

Meski telah lama berlalu, kebenaran di balik peristiwa-peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM belum juga diungkap akibat keengganan sebagian pihak. Padahal, kebenaran mutlak diungkap agar keadilan bagi para korban dan keluarganya dapat terwujud. Selain itu, tak adanya pengungkapan kebenaran akan semakin mengukuhkan rantai impunitas terhadap pelaku pelanggaran HAM yang justru memungkinkan tindak kekerasan untuk terjadi kembali.

Pesan inilah yang hendak disampaikan dalam buku “Yang Kelewat di Buku Sejarah” yang disusun oleh Pamflet atas dukungan Yayasan Tifa. Buku ini disadur dari Buku “Menemukan Kembali Indonesia” yang diterbitkan oleh Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK) pada tahun 2014. Melalui buku ini, Pamflet dan Yayasan Tifa mengajak masyarakat untuk bertemu dengan banyak orang, terutama para korban, dan mendengarkan kisah mereka yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya.

Baca dan unduh Buku “Yang Kelewat di Buku Sejarah” di tautan ini.